Apakah Eranya Film Video Game Sudah Dimulai?


How "Detective Pikachu" Brought Pokémon Into the Real World | TimePercaya atau tidak gue merasakan akan ada suatu perubahan yang sangat mendalam pada segala hal paska Corona Virus ini. Pandemik yang terjadi saat ini memang terlihat sangat kasat mata, namun sangat berefek pada bisnis, tren, gaya hidup bahkan bisa mengubah peradaban . Memang saat ini masih belum bisa dirasakan namun lambat laun mungkin terjadi.

Hal yang sama kemungkinan akan terjadi pada cara kita menikmati hiburan. Film video game yang dulunya jelek kini mulai berbenah. Detective Pikachu dan Sonic menjadi bukti bahwa saat ini video game bisa jadi ide film yang menjanjikan. Memang masih terlalu dini untuk gue bilang bahwa di era 2020an nanti film video game bakalan merajai box office bahkan mengalahkan film superhero komik saat ini. Namun gue merasa saat ini para pembuat film sudah belajar dari beberapa adaptasi video game yang gagal dan kunci sukses film superhero untuk diadaptasi ke layar lebar. Apakah pandemik ini berpengaruh pada film video game? Bisa jadi, bakal dijelaskan di paragraf selanjutnya.

Film Video Game pertama muncul di tahun 1982 yang berjudul Tron. Hal yang menarik dari film ini adalah selain film ini tidak berasal dari suatu video game adalah saat itu teknologi video game masih sederhana dan kemunculan film ini sangatlah avant garde sehingga film ini dipuji banyak orang. Dan kebanyakan film video game saat itu hanyalah film-film yang menjadikan game sebagai ide cerita dan belum mengadaptasi dari video game yang laku saat itu. Maklum di tahun itu tren adaptasi masih belum segila sekarang. Butuh 11 tahun hingga akhirnya ada film yang mengangkat video game terlaku saat itu: Super Mario Bros. Sayangnya karena satu dan lain hal film ini jadi sangat buruk dan tren ini berlanjut pada setiap adaptasi video game mau selaris apapun. Malah film yg "mengadaptasi elemen" video game masih lebih laku dibandingkan film yang "mengadaptasi suatu" game. Turning pointnya adalah saat Tomb Raider (2018), Detective Pikachu, dan Sonic The Hedgedhog tayang di bioskop.

Setelah 3 film diatas membuat gue berpikir "Apakah suatu hari nanti film video game akan menjadi komoditas yang menarik?" 27 tahun setelah Super Mario Bros difilmkan rasanya Hollywood sudah belajar untuk bagaimana membuat film adaptasi video game yang bagus. Kemungkinan besar mereka mengambil pelajaran dari film superhero komik yang saat ini merajai box office. Meskipun mengadaptasi video game tidaklah sama dengan mengadaptasi buku atau komik, namun semangat dan framework dari membuat adaptasi komik membuat film video game sekarang jadi lebih menarik jika bukan menjadi yang terbaik. Dari bagaimana film tidak harus sama plek dengan sumber yang diadaptasi hingga mengambil referensi film lain semua diambil oleh rumah produksi Hollywood. Belum lagi tren adaptasi yang menggila di Hollywood saat ini menyumbang faktor kebangkitan film video game.

Berkaca dari film superhero komik memang dibutuhkan waktu yang cukup untuk bisa sukses di layar lebar. Film superhero yang proper memang sudah ada dari tahun 70an, namun baru bisa menjadi tren di 2000an awal. Banyak evolusi yang terjadi di rentang waktu itu, seperti Superman yang "kartun" banget, lalu Batman (1989) yang serius, The Dark Knight yang 'realistis' hingga MCU yang menjadi pop culture. Berbicara soal Marvel mungkin apa yang dilakukan Marvel bisa dicontoh oleh video game, dari menyewa hak pakai karakter, mengawali petualangan di layar lebar dengan film jelek, lalu bisa membuat film sendiri, filmnya bagus dan kini menjadi fenomena kultural.

Masih dari film superhero, gue merasa film superhero bakalan menurun hypenya. Di tahun 2021 direncanakan ada 8 film superhero muncul di layar lebar. 4 MCU, 3 DCEU dan 1 dari Sony. Dampak dari pandemik yang sedang terjadi saat ini merusak jadwal rilisan tayang film hingga seburuk-buruknya tahun depan. Hingga saat ini baru Morbius yang akan tayang tahun depan. Dan itu pun belum termasuk beberapa film-film lain seperti Eternals yang bisa saja tayang 2021. Bisa saja tahun 2021 setidaknya ada 10 film superhero yang ada di bioskop (dan bisa lebih banyak dan masih tentatif, bisa saja film yg tayang di 2021 diundur ke 2022). Menurut ilmu ekonomi ketika supply meningkat tapi demand biasa-biasa saja maka pasar akan jenuh, Belum lagi dengan PLC yang sudah memasuki masa mature. Bukan tidak mungkin lagi film superhero bakalan berada di titik jenuh sehingga ini menjadi momen tepat untuk film video game untuk mengambil alih.

Namun untuk melakukan hal ini dibutuhkan strategi yang tepat agar tidak salah langkah. Meski film video game kini membaik namun masih dibutuhkan penyesuaian agar bisa dinikmati orang banyak. Apakah adaptasi video game harus sesuai dengan material yang diangkat? Apakah film video game harus realistis dan grounded? Bisakah membuat film yang cocok untuk orang dewasa? Hingga kini banyak rumah produksi yang masih belum menemukan formulasi film video game yang bagus. Belum lagi masalah apakah film video game berasal dari video game original atau cerita yang original (Jumanji, Ready Player One, dll).

Memang masih terlalu dini untuk bilang bahwa film video game akan mengambil alih film superhero komik. Kesuksesan Detective Pikachu dan Sonic bukanlah barometer yang pas untuk bilang bahwa di masa depan film video game akan menjadi laku. Namun setidaknya ada suatu perkembangan jika dibandingkan sebelumnya, seperti tidak mengambil mentah-mentah storyline dari gamenya hingga menyisipkan referensi pop culture (bayangkan film Sonic dengan plot seperti video game, membosankan bukan?). Jika dianalogikan dengan film superhero, saat ini adalah era yang sama dengan Spiderman pertama. Untuk bisa merajai bioskop dan Rotten Tomatoes rasanya butuh waktu lagi dan keberanian untuk mengambil resiko. Bukan tidak mungkin perusahaan seperti Nintendo dan Sega akan memiliki studio sendiri khusus film dan membuat Nintendo Entertainment Universe atau Sega Universe.
Share:

Posting Komentar

Copyright © Hiboorun. Designed by OddThemes