Yang menarik dari Yesterday

Image result for yesterday movie
Juni seakan menjadi momen para pemain besar Hollywood untuk merilis film-film mereka. Ya memang karena di sana emang lagi musim panas dan karena sekolah libur seakan menjadi momen pas untuk ke bioskop. Ada film action macam X-Men dan mib yg gue review sebelumnya, ada kartun juga seperti Toy Story 4 atau the secret life of pets 2, dan ada film Yesterday.

Kalo boleh jujur, gue selalu pengen banget nonton film romcom, indie romantis, film romantis apa gitu yg dibumbui musik keren yg sejenis dengan yesterday ini langsung di bioskop. Hanya saja takdir seakan membuat gue hanya bisa menonton film sejenis ini di layar kaca atau gak nonton sama sekali. Entah gak ditayangkan di indo, guenya sibuk atau apalah, gue hanya bisa menonton 500 days of summer, la la land, sing street, dst di layar yg lebih kecil. Gue bahkan belum nonton the fault in our Stars , the perks of being wallflower Sama Juno. Apalagi film ini premier di tanggal gue ulang tahun, walaupun baru bisa gue tonton sehari sesudahnya.

Makanya ketika film ini akhirnya bisa tayang di Indonesia, gue bela-belain nonton mau gimanapun filmnya nanti. Sayangnya film ini tidak banyak tayang di bioskop kesayangan anda. Di Tangerang sendiri film ini cuma tayang di XXI Aeon, XXI alsut, XXI balekota, sama Cinemaxx 1 Tangerang. Cgv setangerang aja gak ada yg nayangin. Gue sebenernya lebih dekat ke XXI Aeon cuma karena disana parkirnya susaaaaaah banget ya udahlah gue ke maxxboxx Karawaci aja, mengingat gue belum pernah nonton di Cinemaxx juga.

Membuat film tentang the Beatles itu emang sulit karena ekspektasi penggemar mereka itu tinggi banget. Salah dikit aja bisa bikin beatlemania ngamuk. Makanya film ini tidak menceritakan kisah hidup personel the Beatles kayak bohemian Rhapsody, melainkan semacam tribute untuk the Fab four ini.

Premis "apa yg terjadi jika beberapa orang melupakan the Beatles" memang premis yg asik untuk digali. Namun sayangnya kurang digali maksimal sehingga banyak potensi yg seharusnya ada tapi dibuang aja. Ambil contoh gue nonton Bohemian Rhapsody, abis balik gue langsung search "Love of My Life" karena keren. Beda sama pas nonton Yesterday, gue gak terlalu niat cari apa-apa. Sama biasanya soundtrack film yg bagus pasti ada komen "Siapa yg datang kesini karena film ono" yg sebenarnya mengganggu tapi seakan kasih tau kalo film itu works. Di Yesterday kayaknya tidak banyak komenan "Siapa yg datang kesini karena Yesterday?"

Oh ya, biar the Beatles seakan bukan satu-satunya korban dari "mati lampu serentak selama 12 detik" film ini juga menampilkan beberapa korban lainnya seperti Oasis (emang wajar karena si Jack Malik sendiri pernah ngecover wonderwall sama oasis sangat mencintai the Beatles), Coca cola, rokok, sama Harry Potter. Tapi the rolling Stones, Pulp, Cardi b, Justin Bieber, sama Coldplay (It's not Coldplay, It's not Fix You) masih diingat orang.

Film ini juga menyajikan lika-liku hubungan antara si Jack sama si Ellie (Lily James cantik banget!) dari pas belum terkenal suka nganterin si Jack karena doi gak bisa nyetir, lalu pas udah terkenal sampe ke Liverpool buat ketemu sohibnya itu. Bagian paling kerennya pas joget-joget di terowongan terus ada visual tulisan gitu, judul lagunya Beatles mungkin. Eh gak taunya pacaran ama si orang yg ngurus rekaman awalnya si Jack. Classic romcom abis. Bicara masalah visual, gue suka pas adegan si Jack nginget lirik Eleanor Rigby, jadi tiap lupa terus ngulang lagi adegannya langsung ngeloop sendiri. Ada si Rocky yg juga mencuri perhatian dengan adegan ngehenya sepanjang film.

Cuma bagi kalian yg detail banget soal hal sepele bakalan kecewa sama beberapa detail di film ini. Ya emang sepele tapi bagi mereka itu lumayan ngerusak sih. Tapi yg bikin gue kecewa (atau lebih tepatnya gak banget ini adegannya) itu pas adegan John Lennon sih. Agak disayangkan juga untuk memaksakan orang yg udh meninggal di film ini. Kenapa gak Paul ama Ringo aja yg masih hidup. Bicara soal mereka, entah mengapa Paul sama Ringo gak jadi cameo di film ini. Sibuk mungkin ya.

Overall, ini memang bukan tribute to The Beatles yg sempurna. Tapi ini lumayan worth buat ditonton. Entah kalian emang demen The Beatles atau bosen nonton film "fantasi" yg banyak adegan nonsensenya (ini sebenarnya ada adegan itu tapi masih membumi sih). Aransemen cover lagu The Beatlesnya juga bagus banget sih. Perkara kekurangan di atas masih bisa ditolerir sih tergantung kalian sendiri. Cuma tidak banyak bioskop yg mau nayangin film ini, mungkin nunggu di layar yg lebih kecil aja ya. Dan film ini lumayan menggambarkan dunia tanpa The Beatles yg dimana menurut beberapa orang "tidak indah".

Setelah nonton film ini gue berpikir "Kayaknya bakalan asik kalo ada film sejenis ini di Indonesia". Mungkin tinggal cari artis yg tepat aja. Kalo Koes Plus mungkin bisa banget sih, kayaknya remaja Indonesia lebih gak inget Koes Plus ketimbang The Beatles tanpa harus ada adegan mati lampu. Jangankan Koes Plus, mungkin lagu Indonesia Raya aja gak banyak yg tau. Semoga ada sineas yg mau bikin. Tentunya jangan terlalu mirip banget. Atau mungkin tentang pahlawan musik yg terlupakan bisa jadi premis yg oke juga.
Share:

Posting Komentar

Copyright © Hiboorun. Designed by OddThemes