| Copyright Marvel Studios |
Banyak orang menyukai MCU. Dan seperti halnya ciptaan-ciptaan manusia pada umumnya, franchise ini tidaklah sempurna. Banyak yang telah mengulas kekurangan-kekurangan MCU seperti masalah antagonis, sutradara, color grading, hingga soundtrack para karakter yang rasanya kurang berkarakter. Namun ada satu kekurangan yang pengen gue ulas, dan uniknya masalah ini juga menjadi kelebihan MCU. Dan sialnya masalah ini terjadi di Phase 3, phase terbaik dan yg gue suka. Oke mungkin ada beberapa yang sudah mengulasnya, tapi berikan gue kesempatan untuk mengulas ini.
Masalah yang menurut gue sepele namun mengganggu (terutama penonton casual) adalah continuity dari film MCU itu sendiri. Ini bukan membahas tentang continuity error di beberapa film MCU namun lebih ke bagaimana MCU mengubah cara kita menikmati film. Memang pada awalnya film-film MCU bisa dinikmati satu sama lain, misal kita tidak perlu nonton Iron Man pertama untuk bisa menikmati Thor atau Captain America. Meski Avengers pertama mereferensi film-film solo para anggotanya, tidak sampai mengganggu bagi yang tidak menonton. Makin disini gue merasa film-film solo MCU sendiri membutuhkan setidaknya 1 film diluar seri filmnya untuk bisa dinikmati. Dengan kata lain beberapa film MCU tidak bisa dinikmati sebagai satu trilogi (seperti nonton film Thor aja atau Avengers aja), melainkan harus dinikmati secara satu kesatuan. Dan sialnya masalah overcontinuity ini akan berlanjut hingga kedepannya nanti.
Oke kita flashback di saat Avengers Infinity War muncul. Adegan awal film ini adalah Thanos menyandera kapal yang berisikan pengungsi Asgard. Bagi yang hanya menonton seri Avengers aja mungkin bingung "Kenapa awalannya begini?". Ternyata film ini langsung terkoneksi ke endingnya Thor Ragnarok (gue sendiri baru nonton beberapa bulan setelah Infinity War). Belum lagi ketika adegan di Bumi dan Tony bilang kalo Avengers terbelah, yang dimana mereferensi apa yang terjadi di Civil War. Dan ini membuat gue berpikir :"Apakah trilogi MCU tidak bisa berdiri sendiri?" Masalah ini baru terasa di beberapa film di phase 3, dimana untuk menikmati 1 film di phase ini setidaknya harus menonton 1 film di luar seri filmnya untuk dapat mengerti lebih baik benang merahnya".
"Akar" permasalahannya sudah muncul di Captain America: Civil War. Memang ini film bagus gue akui namun bukan berarti film ini lepas dari masalah. Selain banyaknya karakter di luar seri Captain America (hingga kita lupa ini adalah film Captain America) dan bagaimana film ini lebih membahas ke Avengers ketimbang sosok di judulnya itu sendiri, film ini jadi semacam follow up di setidaknya 4 film MCU kedepannya. Dimana kita harus menonton film ini sebelum menonton Spiderman: Homecoming, Black Panther, Ant-man and the Wasp, 2 seri terakhir Avengers dan Black Widow.
Meski langsung terkoneksi ke Civil War, sebenarnya Black Panther masih bisa dinikmati sebagai satu film sendiri karena referensinya sedikit. Homecoming hampir menampilkan sedikit cuplikan di Civil War namun penjelasan mengapa Spiderman dipilih Tony Stark untuk melawan faksi Captain America dan backstorynya dijelaskan di Civil War. Sedangkan Ant-Man and the Wasp sendiri menjadi paling problematik karena detail mengapa Scott Lang masuk tahanan rumah ada di Civil War dan film ini adalah sekuel dari Ant-Man. Alhasil menonton seri Ant-Man harus menonton Captain America dulu biar ngerti, gak bisa nonton Antman pertama aja. Untuk Black Widow tunggu reviewnya nanti ya...
Bagaimana dengan film lainnya Phase 3? Doctor Strange dan Guardians bisa dinikmati sebagai satu film sendiri dan tidak perlu menonton film apapun. Bahkan Doctor Strange bisa dibilang memiliki referensi MCU yang sangat minim, membuat ia tidak seperti film MCU pada umumnya. Tidak perlu menonton film itu untuk mengerti Thor Ragnarok, walaupun seperti yg gue jelaskan di paragraf sebelumnya, film ini langsung terkoneksi dengan Infinity War. Untuk case Captain Marvel casenya sedikit berbeda dan tricky. Meski tidak perlu menonton Civil War atau film apapun di phase 3 namun film ini terkoneksi ke Guardians of the Galaxy yang pertama , dimana Captain Marvel sendiri bersetting sebelum Guardians. Dan karena Captain Marvel lebih banyak ditonton maka tidak banyak yang tahu kalo Ronan the Accuser sudah mati di Guardians, ini lumayan menganggu bagi penonton awam.
Dan masalah ini sepertinya akan berlanjut dan semakin buruk karena kehadiran Disney+. Gue sendiri tidak tahu seperti apa nantinya tapi kedepannya setiap serial di Disney+ akan terkoneksi secara langsung ke film-film MCU di tahun 2021 nanti. Bayangkan harus menonton Wandavision atau Loki untuk mengerti sekuel Doctor Strange kedepannya. Kita sendiri juga tidak tahu apakah Disney+ bisa masuk secara baik disini dan seberapa berhasilkah platform streaming ini di sini. Karena gue percaya bahwa pengalaman menonton di layar lebar dan layar hape/laptop itu akan berbeda.
Harus diakui bahwa MCU mengubah cara kita menonton film. Kita tidak lagi hanya menonton Captain America saja atau Avengers saja melainkan harus menonton yang lain juga seperti Black Panther atau Thor dll. Memang impresi menonton film itu sangatlah subjektif dan setiap orang punya pengalaman yang berbeda namun harus diakui bahwa MCU sekarang lebih terpaku pada crossover dan continuity gamblang ketimbang memperkuat solo film itu sendiri. Ini mengakibatkan impresi yang buruk bagi orang awam atau mereka yang fanatik pada satu jagoan. Gue gak bilang film-film MCU itu jelek namun jika ini terus berlanjut ini gak lebih baik dari fanservice aja dan bukan memuaskan semua pihak. Semoga saja pernyataan gue ini salah.
Pernyataan ini adalah opini pribadi dari gue, tidak ada maksud untuk menjelekkan pihak manapun dan jika ada pihak yang merasa tersinggung gue minta maaf.

Posting Komentar