Dolittle, Worth it atau Bikin Julid?

Image result for dolittle
Selamat datang di era dimana remake/reboot/adaptasi/sekuel film lama /apalah itu adalah solusi gampang untuk menambah pundi-pundi dollar. Memang tidak semuanya jelek tapi terkesan minim effort untuk memberikan sesuatu yg fresh. Meski banyak film-film seperti itu yg flop tapi tidak membuat PH-PH tersebut kapok untuk tetap memproduksi film-film seperti itu. Faktor nostalgia mungkin menjadi alasan utama walaupun kemalasan untuk melakukan semacam rnd dan lebih beresiko bisa menjadi alasan sebenarnya mengapa tidak banyak karya orisinil di bioskop kesayangan anda.

Well Dolittle jelas tidak menjadi pengecualian untuk fenomena remake ini. Ini adalah reinkarnasi ketiga karakter yg sudah ada sejak awal abad ke 20 ini. Ini juga adalah film Robert Downey Jr pasca pengorbanannya yg heroik di Endgame makanya wajar kalo kita terlalu berekspektasi tinggi sama film ini. Belum lagi karakter hewannya yg diisi suarakan dengan mereka yg tenar banget. Jadi makin tinggi lagi. Tapi gue gak mau berekspektasi setinggi itu agar gue tidak kecewa banget.

Gue beli tiket, masuk bioskop dan menunggu hingga lampu padam. Gue baru ngeh kalo rating LSF udah dibikin video gitu agar lebih interaktif. Karena film ini adalah film "semua umur" maka videonya berisi keluarga gitu lengkap dengan warna-warna yg menonjol (kebayang film 21 tahun keatas kayak gimana, yakali pake adegan begituan). Setelah logo-logo PH bermunculan ada animasi singkat terkait backstory si Dolittle di film ini. Dari menjadi dokter yg bisa ngomong sama hewan, kemampuannya diketahui ratu Inggris, hingga kehilangan istri yg membuat dia baperan dan menutup diri. Hingga akhirnya ada seorang anak pemburu yg tidak sengaja menembak seekor tupai datang ke rumahnya bersama dengan anak ratu Inggris yg sakit. Barulah petualangan dimulai.

Oke hingga saat ini gue belum mengerti kenapa film ini dinilai negatif banget sama beberapa reviewer film. Logat RDJ yang terlalu aneh? Masih bisa gue tolerir. Cerita yg ketebak dan sudah terlalu banyak yg make? Bukan masalah yg mengganggu banget. CGI biasa saja? Sama sekali bukan masalah. Intinya gue tidak merasa film ini seburuk itu. Memang bukan film yg 'wow' banget tapi gak sampai membuat gue bosan , ngantuk apalagi keluar bioskop. Mungkin term "biasa-biasa aja" lebih cocok untuk film ini, setidaknya menurut gue. Tidak sampai membuat film ini jelek apalagi sampai ke level "film terburuk di tahun ini"

Mungkin salah satu alasan kenapa film ini jelek banget sampai ke ubun-ubun (menurut para reviewer) adalah karena mereka memiliki referensi ke Dolittlenya Eddie Murphy yg 'kekinian'. Well sebenarnya film ini lebih nembak ke versi 1967, alias versinya Rex Harrison yg kebetulan juga bersetting di saat matahari tidak pernah terbenam di Inggris (alias era kolonialisme).Dan kebetulan versi itu juga jelek.  Tentu saja banyak yg tidak begitu relate ke versi itu. Mungkin juga karena ekspektasi ketinggian dan standar yg dirasa terlalu tinggi atau mungkin belum terbiasa dengan RDJ paska Endgame. Perlu diketahui bahwa ini adalah film anak-anak yg tidak memerlukan standar tinggi, yang penting menghibur (gak banyak sih film anak-anak yg bisa bagus di mata kritikus).

Namun salah satu sisi positif yg gue suka banget adalah bagaimana film dengan rangking 17% dari Rotten Tomatoes ini bisa membuat kita tersenyum, setidaknya. Menyenangkan sekali melihat hewan-hewan yg meski CGI tapi terlihat lucu (cute maupun kocak). Misalnya ada adegan si tupai ketembak, kita simpatik banget sama dia eh pas ngomong sama Dolittle dia bilang  "Semoga aku mati dengan tampan" gitu. Lumayan bikin heartwarming sih bagi kalian pecinta satwa ataupun hewan liar. Terus ada si gorilla yg udah gede tapi pas ketemu bocah teriak sampai pingsan. Akting RDJ meskipun terlihat maksa namun tidak membuat karakter Dolittle ini jelek banget. Masih di level yg oke. Gak sampai bikin iritasi kuping.

Walaupun harus diakui jika dibandingkan dengan film-film eks Avengers lainnya, film ini gak ada apa-apanya. Mengingat film-film seperti Knives Out, Marriage Story, Jojo Rabbit, Dark Waters dll yg Oscar Worthy, film ini jadi seperti film horor receh Indonesia dan film Joker (lebay banget emang ya) Tapi setidaknya MIB International lebih membosankan dibanding film ini. Mungkin kalo film ini dipoles sedikit bakalan menaikkan derajat film ini agar mungkin setidaknya setingkat dibawah film-film tersebut.

Overall bisa dibilang film ini bukanlah film yg bisa menyenangkan banyak pihak. Banyak yg berujar negatif sama film ini tapi gue masih menikmati hingga akhir. Apakah film ini worth it untuk ditonton kalo menurut gue worth it. Film yg sangat cocok dinikmati anak-anak, keluarga muda dan mungkin mereka yg penat abis kuliah dan kerja dan butuh hiburan no brainer. Orang dewasa mungkin cocok menonton ini, asalkan mau menurunkan ekspektasi, jangan mencari kelemahan film ini dan intinya, nikmati saja seperti penonton awam menonton film ini. Memang perlu pembiasaan untuk melihat RDJ tidak menjadi Tony Stark. Mungkin ini satu dari sedikit review yg tidak menjelekkan banget (malah merekomendasikan) film ini tapi jika kalian tidak setuju dengan tulisan ini gakpapa juga. Boleh setuju boleh tidak.

Oh ya, jangan meninggalkan bioskop ketika kredit muncul karena ada post credit yg .... nilai saja sendiri. Entah memberikan teaser pada sekuel yg sepertinya tidak akan ada atau cuma buat haha hihi saja.


Share:

Posting Komentar

Copyright © Hiboorun. Designed by OddThemes