Pretty Boys yang Pretty Good

Image result for pretty boys
September sepertinya bukan bulan yang ceria untuk industri film. Film-film yg tayang di bulan ini sepertinya bukan film yg 'wah' banget, paling hanya film-film yg kurang dijagokan meraih semiliar penonton. Dan gue sendiri awalnya gak ada niatan untuk review film di bulan ini. Tapi demi konten ya gue paksakan untuk review setidaknya 1 film. Awalnya mau review film Warkop yg entah mengapa reborn lagi. Karena banyak reviewer film yg bilang filmnya jelek dan garing (sebenarnya film pertama juga jelek sih walaupun lucu). Entah sampai kapan tren reborn-rebornan ini terjadi. Sayang aja pelawak idealis seperti ini dijadikan objek kapitalis.

Lalu ada Pretty Boys yg juga tayang di bulan ini. Trailer dan posternya sih menjanjikan,apalagi dengan sosok Vincent dan Desta yg punya reputasi bikin gue ngakak. Karena film ini bukan film yg kurang dijagokan, tidak banyak bioskop yg menayangkan film ini. Alhasil gue ke Cinemaxx WTC yg sedikit jauh dari rumah gue. Bagusnya harga tiketnya sangat murah untuk ukuran nonton weekend, belum lagi kalo pake ovo, nonton weekend jadi kayak weekdays. Film ini memiliki jargon "Hancurnya dunia pertelevisian", wow, lumayan menonjok juga jargonnya. Apalagi visual posternya yg selangkah lebih maju dibanding film Indonesia kebanyakan, membuat film ini terasa lebih baik ketimbang kebanyakan film Indonesia yg 'asal jadi' dan 'mengejar sejuta penonton'.

Seperti biasa sebelum film diputar pasti ada animasi PH yg membuat film ini. Dari sini saja kita melihat animasi yg one step ahead jika dibandingkan dengan kebanyakan animasi PH-PH mainstream Indo. Ya, gue ngomongin animasi pembuka 'The Pretty Boys Pictures' yg kalo menurut gue inovatif banget dan biasanya cuma ada di film Hollywood. Gak tau apakah PH ini bakalan membuat film selain film ini. Lalu kita disuguhkan oleh setting dapur restoran, dimana Anugerah (aka Nugie) dan Rahmat (alias Matthew) adalah pemuda yg ingin sekali masuk tv walaupun cuma modal tebak-tebakan yg didapat di toko buku di tahun 2000an (alias jokes bapak-bapak).  Semua ini disupport oleh Asti yg disukai mereka berdua. Saking ngebetnya mau masuk tv bahkan sampai jadi robot-robotan di dealer motor aja dijalani yg penting bisa kayak Soni Tulung. Sampai akhirnya mereka mendapat job menjadi penonton bayaran yg mengubah hidup mereka.

Untuk ukuran film yg disutradarai dan diproduseri orang yg pertama kali membuat film, film ini bisa dibilang lebih maju dibanding mereka yg sudah senior. Visual ciamik adalah kekuatan utama film ini. Bisa dibilang color grading yg dipakai membuat film ini terlihat seperti film Indonesia yg bagus banget. Selain itu beberapa detail seperti desain panggung, setting tempat dll bisa dibilang asik. Meski film ini menyindir acara televisi yg 'bobrok', desain acara "Kembang Gula" bisa dibilang kebagusan untuk ukuran acara haus rating. Kesannya retro-retro gimana gitu untuk ukuran acara yg ditonton penonton bayaran. Setting di kereta (gue bahkan tahu ini di sekitaran stasiun Tanah Abang) juga salah satu yg bisa dibilang jempolan. Banyak sih visual yg memanjakan mata, cuma kalo gue jabarin semua spoiler lagi.

Sudah bukan rahasia lagi kalo duo Vindest bisa membuat orang ngakak terguling-guling. Bahkan dengan jokes bapak-bapak sekalipun, bioskop yg sepi aja bisa terdengar tertawa yg gue sempat kira itu bawaan filmnya. Namun hal yg juga bikin ngakak adalah referensi pop culture lokal, terutama yg berhubungan dengan Vindest itu sendiri. Dari referensi "Ups Salah", adegan istrinya Desta diwawancara di acara itu, hingga rip-off dari Tonight Show yg juga dibawakan oleh Vincent dan Desta itu sendiri (kebayang gimana caranya). Cuma referensi Club Eighties aja yg gak ada, mungkin yg episode pertama kali ya. Yang bikin kaget justru ada bagian dramanya yg menusuk banget sih. Dari konflik antara Anugerah dan ayahnya, hingga friksi antara Anugrah dan Rahmat. Adegan love-lovenya antara Anugerah sama Rahmat dengan Asti juga menjadi bumbu yg menarik. Ada beberapa sindiran halus yg bisa membuat kalian 'relate' sama film ini.

Film ini juga memiliki segudang pemain yg ciamik. Dari Danilla yg main film lagi setelah Koboi Kampus hingga cameo Najwa Shihab yg berbicara masalah televisi. Beberapa pemain Tonight Show seperti Onad sama Enzy juga diajak. Dan ada juga beberapa cameo dari pemain film atau public figure yg juga ikut andil di film ini dari Roy Marten hingga Tora Sudiro. Bahkan kalo dipikirin lagi, Vindest sendiri juga menjadi cameo di film yg mereka bintangi. Untuk ukuran film yg menyindir acara tv yg kebencong-bencongan, soundtrack film ini ciamik. Ada Danilla yg tentunya menyumbang soundtrack, ada juga Mooner (pas adegan motor-motoran), ada Pamungkas juga, dll. Seakan membuat acara tv yg tidak bermutu dan mengejar rating jadi terlihat seperti acara-acara di Net.

Kalo boleh disimpulkan, bisa dibilang film yg cocok untuk kalian yg ingin mencari hiburan untuk melepas penat. Susah sih mencari kelemahan di film ini karena film ini sekilas perfect banget. Kalaupun ada yg kurang sih cuma kegregetan film ini dimana gue tidak terlalu excite banget ketika menyaksikan film ini. Paling sama gue aja yg agak jijik lihat bencong tatoan (Onad pas masih di Killims suka dibilang bencong, tapi gak separah di film ini) . Tapi untuk ukuran film 'indie' (film yg diproduksi secara swadaya dengan sumber daya tidak sebaik PH besar) film ini bisa dibilang melampaui standar film-film Indonesia kebanyakan secara estetika dan beberapa hal. Hingga tulisan ini diterbitkan ada sekitar 400 ribuan orang yg menonton film ini. Dan film ini jadi debut yg menyenangkan buat Tompi di dunia film. Besar untuk film yg tidak diproduksi PH besar (camkan itu F*****). Film ini juga mengingatkan gue dengan era keemasan film Indonesia di tahun 2000an pertengahan gak tau kenapa. Kalo dibilang recommended sih banget. Semoga tidak diboikot karena eljibiti.

Oh ya jangan langsung balik sebelum credit yg panjang itu balik. Karena animasi credit film ini bisa dibilang inovatif setidaknya untuk ukuran film Indonesia. Disitu adegan terakhir film ini gabung sama animasi creditnya yg kalau menurut gue menarik. Selebihnya cuma behind the scene aja.




Share:

Posting Komentar

Copyright © Hiboorun. Designed by OddThemes