Mengapa Netflix Diminati Masyarakat Indonesia?




Imbas dari pandemi ini semakin banyak orang yang menonton film di rumah. Tentu saja banyak pilihan untuk melakukan hal tersebut, dari yang gampang hingga yang gratis, dari yang murah hingga yang mahal, dari sistem berlangganan hingga bayar sekali tonton. Gue sendiri gak mau ngejudge pilihan lo ke mana karena resiko dan preferensi itu tanggung jawab masing-masing. Toh gue gak maksa lo untuk langganan juga kalo gak mampu. 

Namun dari sekian banyak layanan streaming yang ada disini, entah mengapa Netflix adalah salah satu yang paling diminati disini, termasuk gue. Mungkin Netflix bukan layanan streaming terbaik disini, Katalog film bukan  yang terlengkap dan terupdate, bayarnya cuma bisa pakai kartu kredit atau debit, ada layanan streaming yang lebih murah dan buatan Indonesia, dan diblokir salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar yang jangkauannya lebih luas adalah penghalang Netflix di Indonesia. Tapi nyatanya aplikasi ini tetap dinikmati banyak orang. Layanan streaming yang mendapat insentif lebih, katalog lengkap dan update, bisa diakses di semua operator, didukung salah satu perusahaan telekomunikasi no 1 di Indonesia, pembayaran yang lebih mudah dan murah, bahkan menghadirkan film gratis malah kesusahan untuk mengalahkan layanan streaming ini. Beberapa bahkan sudah ada yang gulung tikar. Kira-kira apa sih resep kesuksesan Netflix di Indonesia?

DISCLAIMER: tulisan ini berdasarkan pengamatan pribadi dan sedikit dukungan dari sumber tertentu. Pendapat disini tidak 100% benar dan mungkin bisa 100% salah. Tidak disarankan untuk merujuk sumber ini untuk kebutuhan penelitian ilmiah. Dan gue gak dibayar oleh layanan ini dan gue juga tidak ada niatan untuk menjelekkan layanan streaming lainnya.

Alasan 1: Gengsi

Rumput tetangga lebih hijau dari rumput rumah kita. Dengan katalog yang sama entah mengapa orang lebih demen nonton di Netflix ketimbang aplikasi yang sama. Memang banyak faktor yang mendasari hal ini, tapi menurut gue sih ada gengsi kalo kita nonton di film ini, bahkan jika film yang ditonton adalah film Indonesia. Ada persepsi karena Netflix adalah pelopor layanan streaming sehingga memiliki cukup waktu untuk membangun reputasi dan fanbase. Sedangkan layanan streaming lain , meskipun business model dan fasilitas yang lebih baik dari Netflix hanya dianggap "pengikut" oleh masyarakat.

Alasan 2: Kualitas Film/Serial Bagus

Ini agak subjektif sih, tapi setiap film-film yang dirilis di Netflix pasti bagus, atau setidaknya sesuai dengan selera gue yang "hipster". Bahkan sekalipun ada layanan streaming yang lebih update gue tetap demen Netflix. Memang bukan berarti gak ada film jelek disini tapi paling enggak bermutu dan "kelas dunia". Bisa jadi kalian tidak setuju dengan gue untuk hal ini karena layanan streaming yang lain mengakomodir kesukaan kalian tapi tidak apa-apa. Tapi bagi beberapa orang, Netflix banyak mengakomodir film-film yang meraih penghargaan, baik original movie maupun film yg diakuisisi oleh perusahaan ini.

Alasan 3: Layanan Streaming Lain Terlalu Tergantung Pada Privilege

Kalo yang ini berdasarkan perspektif dari pesaing. Gue melihat beberapa layanan streaming cenderung bergantung pada pihak lain ketimbang berusaha untuk membuat layanan streaming terbaik. Alhasil beberapa katalog film hanya didominasi oleh PH-PH yang berinvestasi ke mereka dan konten-konten yang cenderung homogen, seperti hanya menawarkan film Korea atau film-film Indonesia "kelas menengah". Malah beberapa layanan streaming digunakan untuk menampung film-film yang dibuat oleh suatu PH untuk menampung film yang menurut masyarakat jelek.

Alasan 4: Algoritma Untuk Menentukan Film/Serial yang Diminati Orang

Ini adalah salah satu keunggulan Netflix yang membuat layanan ini lebih standout dibandingkan pesaingnya di Indonesia. Netflix tidak hanya memiliki algoritma untuk mencari film/serial yang diminati orang, tapi juga untuk membantu moviemaker (baik film maupun series) dalam membuat film yang sesuai dengan minat para subscriber Netflix. Alhasil, setiap konten di Netflix bisa dibilang diminati banyak orang meski sistem ini membuat beberapa film jadi terlihat membosankan.


Kurang lebih begitulah alasan mengapa Netflix lebih digemari dibandingkan dengan layanan serupa. Meski dengan "halangan" yang membuat aplikasi ini goyah, tapi Netflix tetap populer di Indonesia. Disisi lain, dengan sokongan dan privilege yang ada, banyak layanan streaming yang tumbang karena tidak mengikuti apa yang Netflix lakukan. Gue sekali lagi tidak bermaksud untuk menjelekkan layanan streaming lain, namun menjadi pelajaran buat mereka yang ingin membuat layanan seperti Netflix untuk lebih fokus untuk membuat layanan yang bagus. Semoga dimengerti.








Share:

Posting Komentar

Copyright © Hiboorun. Designed by OddThemes